Langsung ke konten utama

Anak Permata

Anak adalah anugerah-Nya
Anugerah amat bernilai
Namun adakah ia disayangi
Adakah kita mendidiknya

Anak adalah permata
Permata yang tiada tandingan
Kitalah yang menghargainya
Kitalah yang menyayanginya

Bila sudah hilang rasa kasih dan sayang
Anak yang tak berdosa dibuang tanpa belas kasihan
Entah kan hidup entah kan mati
Itulah nasib si anak kecil

Ingatlah kita bila tiba hari tua
Anaklah penyambung hidup kita
Anaklah harapan kita di sana
Hari di waktu kita tidak berdaya

Tidakkah sedikit rasa bersalah
Tidakkah sedikit rasa berdosa
Namun hatinya sudah gelap
Hatinya sudah menjadi buta
Akhirnya anak menjadi korban

Anak adalah anugerah-Nya
Harta yang amat berharga
Namun bagaimana dia disayangi
Kitalah yang mencorakkannya


Nasyid "Anak Permata" by Raihan
(credit to: e-nasyid.blogspot.com)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Hasan Al-Bashri dan Seorang Gadis Kecil

Sore itu Hasan al-Bashri sedang duduk-duduk di teras rumahnya. Rupanya ia sedang bersantai makan angin. Tak lama setelah ia duduk bersantai, lewat jenazah dengan iring-iringan pelayat di belakangnya. Di bawah keranda jenazah yang sedang diusung berjalan gadis kecil sambil terisak-isak. Rambutnya tampak kusut dan terurai, tak beraturan. Al-Bashri tertarik penampilan gadis kecil tadi. Ia turun dari rumahnya dan turut dalam iring-iringan. Ia berjalan di belakang gadis kecil itu. Di antara tangisan gadis itu terdengar kata-kata yang menggambarkan kesedihan hatinya. "Ayah, baru kali ini aku mengalami peristiwa seperti ini." Hasan al-Bashri menyahut ucapan sang gadis kecil, "Ayahmu juga sebelumnyatak mengalami peristiwa seperti ini." Keesokan harinya, usai salat subuh, ketika matahari menampakkan dirinya di ufuk timur, sebagaimana biasanya Al-Bashri duduk di teras rumahnya. Sejurus kemudian, gadis kecil kemarin melintas ke arah makan ayahnya. "Gadis kecil y...

Menyiapkan Anak Laki-laki Aqil Baligh

Menyiapkan Anak Laki-laki Mimpi Basah (‘Aqil Baligh) oleh Elly Risman Dear Parents…  Tahukah anda, bahwa anak laki-laki yang belum baligh dijadikan sasaran tembak bisnis pornografi internasional? Mengapa demikian? Karena anak laki-laki cenderung menggunakan otak kiri dan alat kemaluannya berada di luar. Di berbagai media (Komik, Games, PS, Internet, VCD, HP), mereka menampilkan gambar-gambar yang mengandung materi pornografi, melalui tampilan yang dekat dan akrab dengan dunia anak-anak. Dengan berbagai rangsangan yang cukup banyak dari media-media tersebut, dan asupan gizi yang diterima anak-anak dari makanannya, hormon testosterone di dalam tubuh bergerak 20 kali lebih cepat. Sehingga, testis mulai memproduksi sperma. Dan kantung sperma menjadi penuh. Karena itu, anak laki-laki kita dengan mudahnya mengeluarkan mani lebih cepat dari yang lainnya dan kadang-kadang, dengan banyaknya ‘rangsangan’ dari berbagai media tersebut, mereka tidak perlu dengan bermimpi ! Dear Pare...

Kecanduan Mendidik Anak

Berikut ini kami  share  artikel dari  www.senyumanak.com  yang cukup inspiratif, sebuah penuturan yang tampaknya diambil dari kisah nyata seseorang yang akhirnya menjadikan kegiatan mendidik anak sebagai salah satu fokus hidupnya. Maka, diberilah judul yang cukup renyah, "Kecanduan Mendidik Anak". Berikut ini tulisan lengkapnya: Kecanduan Mendidik Anak Aku punya seorang teman yang ahli komputer. Spesialisasinya adalah linux, BSD, dan semacam itu. Dia menggeluti hal tersebut sejak SMA. Sehingga ketika kuliah, dia sudah terbiasa berurusan dengan CLI ( Command Line Interface ), serta melakukan hacking pada komputer dan situs orang lain. Ketika ditanya apa rahasianya, temanku menjawab, "Jangan maen game komputer!" Aku yang saat itu berstatus sebagai pecandu game komputer, tak  terima dengan pernyataannya. Menurutku, bermain game komputer itu sebuah hal yang mengasyikkan dan memberi manfaat yang sangat banyak. Dengan bermain...